MARILAH KITA SENANTIASA BERKATA BAIK, BERBUAT YANG BAIK, BEKERJA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH DAN SALING MEMBANTU ANTAR WARGA
Showing posts with label Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pertanian. Show all posts

Tuesday, 20 January 2015

HUJAN MENGHILANG PETANI BENGANG

Keadaan sawah padi warga Desa Rensing Bat


Petani di Desa Rensing Bat bingung, Pasalnya hujan yang di nanti tidak kunjung datang.sawah padi mengering tidak pernah terairi semenjak 3 minggu lalu,minggu pertama Tahun baru yakni di bulan januari Tahun 2015 air hujan yang di tunggu tidak kunjung datang.padi yang sudah di tanam mengering terutama di seluruh wilayah Desa Rensing Bat.
Sawah pertanian di Desa Rensing Bat kurang lebih 165 ha sebagian besarnya tidak berair.Dam pandan duri yang di harap dapat mengairi sawah padi kami ternyata tidak seperti yang di harapkan,seperti yang di ungkapkan salah saorang petani asal Dusun Timuk Rurung sebut saja H.Ayub yang di temui sepulang dari sawahnya kemarin senin, 19/1/15.
Terowongan Dam Pandan Duri yang masih dalam Proses pengerjaan pemasangan Pipa besi membuat terhambatnya penyaluran air.Kepala Desa Rensing Bat Muhammad Hilmi,SE yang di temui di ruang kerjanya membenarkan tantang hal tersebut, masih di kerjakannya Trowongan saluran air untuk wilayah Sebagian Kecamatan sakra barat termasuk Desa Rensing Bat,Sebagian kecamatan Keruak dan Jerowaru. ( a-eim) )

Tuesday, 4 November 2014

Kelompok Tani Loker Maju Kerjakan Proyek Talut Saluran Irigasi


Kepala UPTD Pertanian Kec.Sakra barat saat tinjau proyek talut irigasi

Irigasi merupakan komponen penting bagi kegiatan pertanian khususnya bagi masyarakat yang ada di Desa Rensing Bat Kec. Sakra Barat Lombok Timur yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian. Sarana irigasi yang baik sangat mendukung meningkatnya hasil produksi pertanian yang selama ini menjadi andalan masyarakat air akan mengalir dengan lancar tanpa kendala menuju sawah petani.
Sesuai UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi disebutkan bahwa pengelolaan sistem irigasi tersier menjadi hak dan tanggung jawab perkumpulan petani pemakai air“. Artinya, segala tanggung jawab pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi di tingkat tersier menjadi tangung jawab lembaga perkumpulan petani pemakai air baik itu perkumpulan petani pemakai air (P3A) atau sejenisnya seperti kelompok tani.
Selama ini di Desa Rensing Bat terdapat beberapa perkumpulan atau kelompok yang bergerak dibidang pertanian diantaranya P3A Rensing Bat, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rensing Bat dan 9 kelompok tani yang senantiasa selalu bekerjasama dalam rangka mengembangkan sistem pengelolaan air yang menjadi kebutuhan dasar petani dan peningkatan produksi hasil pertanian dan melakukan pendampingan kepada petani.
Salah satu Kelompok Tani yang ada di Dusun Lepok adalah Kelompok Tani Loker Maju yang saat ini tengah mengerjakan sebuah proyek pertanian yakni pengerjaan talut saluran irigasi. Kelompok tani yang bermarkas di RT 9 Dayen Kubur Loker ini oleh Dinas Pertanian  dan Peternakan Kab. Lombok Timur dipercaya untuk mengerjakan proyek talut irigasi dengan mendapat bantuan dana Rp.40.000.000,- dengan panjang talut saluran irigasi 160.8 meter sesuai proposal.

Sunday, 3 August 2014

Petani Mulai Operasikan Oven Tembakau



Sedang mengikat tembakau pada stik (2/8)

Tampak bangunan tinggi berdiri di sudut-sudut desa tersebar di tiga dusun se desa Rensing Bat Kec. Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur, Desa Rensing Bat memiliki lebih dari seratus hektar lahan pertanian yang ditanami tembakau virginia, dipastikan bisa dijumpai bangunan oven untuk pengeringan hasil perkebunan itu, di desa Rensing Bat terdapat sekitar 55 buah oven tembakau. Bangunan tersebut pada umumnya terbuat dari bata merah atau batako tanpa diplester itu berukuran minimal panjang 3 m, lebar 3 m, dan tinggi 6 m atau lebih besar dari ukuran minimal.
Di bangunan untuk oven itu, tembakau virginia hasil petani setempat dikeringkan secara flue cured. Tak ada petani yang mengeringkannya secara konvensional dengan sinar matahari. Karena itu, hujan tidak lagi memengaruhi pengeringan.
Oven-oven tersebut merupakan milik pereorangan bukan secara berkelompok dengan biaya pembuatannya ditanggung sendiri oleh pemilik oven. Berapa biaya membuat satu buah oven lengkap dengan tungkunya ? "Ya,  kurang lebih bisa sekitar Rp 25 juta," kata Adi seorang pemilik oven yang tahun 2014 ini mulai membuat oven sendiri yang tinggal di Gubuk Madrasah Dusun Rensing Bat.
Satu unit oven ukuran minimal bisa menampung hasil panen dari 1,5 hektare - 2 hektare lahan, dari pantauan dilapangan sejumlah pemilik oven sudah mulai mempersiapkan ovennya karena sejumlah petani pemilik oven sudah mulai operasikan ovennya seminggu setelah idul fitri, H. Ruslan saat ditanya oleh pewarta media ini (2/8/2014) mengatakan bahwa ovennya akan dimulai hari Ahad, 3 Agustus 2014 “ ya saat ini kami sedang memperbaiki tungku memperbaiki omprongan, serta membuat tetaring” ungkap H.Rus. 

Friday, 9 May 2014

Melihat Persiapan Petani Rensing Bat Jelang Tanam Tembakau 2014


Membajak tanah dengan handtracktor

Rensingbatnews. Tembakau adalah komoditi yang cukup banyak dibudidayakan petani. Komoditas pertanian tembakau sudah menjadi harapan bagi petani, dan hal itu tidak bisa ditinggalkan serta merta atau beralih tanam ke tanaman lain. Sejak awal tahun 1990 an petani yang ada di Desa Rensing Bat sudah mengembangkan komoditas pertanian ini dengan menanam tembakau rajangan kemudian terjadi pergeseran dengan beralih ke jenis tembakau virginia. Hingga saat ini seluruh masyarakat khusunya petani setiap tahunnya menanam tembakau virginia lebih dari 150 hektar lahan persawahan. Dibandingkan dengan tanaman lain seperti cabe,kedelai, jagung atau tomat, tanaman tembakau adalah tanaman yang menjanjikan keuntungan yang sangat besar sehingga dalam 14 tahun terahir perekonomian masyarakat Rensing Bat mengalami peningkatan signifikan.
Memasuki musim kemarau dan menjelang musim tanam tembakau virginia yang ditargetkan mulai sekitar ahir bulan Mei atau awal bulan Juni 2014 mendatang  petani Desa Rensing Bat sudah melakukan berbagai persiapan mulai dari penyemaian bibit hingga mengolah tanah. Tanaman yang dijuluki ‘emas hijau’ ini memang sangat tergantung pada keadaan iklim selama masa pertumbuhannya. Faktor-faktor iklim yang berpengaruh antara lain curah hujan, kelembaban, penyinaran dan suhu. Diantara faktor-faktor tersebut curah hujan merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya.

Saturday, 5 April 2014

6 Kelompok Tani Desa Rensing Bat mendapatkan program SLPTT dan SRI

Hamparan sawah padi Warga Desa Rensing Bat


Sebagai Desa yang mayoritas penduduknya adalah Petani,Sudah semestinya Perogram sebegini akan terus di terima dan di laksanakan di Desa Rensing Bat.Para Petani Desa Rensing Bat sudah lama tidak di sentuh oleh program Pertanian karena sebelum ini Petani Rensing Bat jauh dari sentuhan para penyuluh Pertanian yang hanya mementingkan satu pihak.Setelah Pemekaran Desa di masa kepemimpinan Bupati Sukiman Azmi dan Syamsul Lutfi Semua itu tiba tiba berubah Drastis.Setelah Rensing Bat menjadi sebuah Desa banyak sekali perubahan terutama di bidang Pertanian.
 Muhammad Hilmi, SE Kepala Desa Pertama Setelah di Resmikan menjadi Desa yang Difinitif lewat Pemilihan sangat Antusias ingin memperjuangkan Desanya di Bidang Pertanian,sehingga beliau berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan dan memasukkan program program pertanian ke Desa Rensing Bat.Salah satu contoh adalah Program SLPTT dan SRI ini.

Tuesday, 28 May 2013

Hujan Terus Menerus, Petani Tembakau Mulai Galau


Keadaan cuaca akhir-akhir ini terlihat semakin tidak menentu, pagi panas terik namun menjelang tengah hari mendadak turun hujan lebat disertai gemuruh petir cukup keras terdengar.padahal  menurut prediksi bahwa bulan mei ini musim kemarau sudah mulai namun kenyataannya berbeda hingga minggu terahir bulan mei masih turun hujan bahkan setiap hari. Petani tembakau di Pulau Lombok hususnya yang ada di Desa Rensing Bat Kec. Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur mulai galau lantaran hujan lebat kerap turun pada pekan ini. Padahal, mereka seharusnya sudah mulai mempersiapkan lahan seperti membajak atau mengolah sawah bahkan mulai menaman. Dengan  Curah hujan tinggi setiap hari bisa membuat bibit tembakau yang sudah besar bisa rusak dan mati karena faktor air hujan yang dingin. Dari pantauan di areal pertanian masyarakat Desa Rensing Bat yang luasnya lebih dari 150 hektar  terlihat masih bervariasi sekitar 2-3 hektar ada petani yang sudah mulai menanam mengikuti anjuran perusahaan yang membinanya namun ada juga yang mulai membajak sawah meski tanah basah karena kejar target perusahaan bahkan sebagian masih terlihat tanaman padi yang baru mulai bunting. H. Ruslan salah seorang petani tembakau binaan PT Sadana Arif Nusa menjelaskan seharusnya awal Juni ini kami diperintahkan oleh perusahaan  sudah mulai menanam tembakau namun kalau situasinya seperti ini tiap hari turun hujan maka kecil kemungkinan bisa menanam tepat waktu karena sawah belum bisa  di kerjakan”.ungkapnya. Hal senada dikatakan Safwan petani tembakau binaan PT IDS asal Dusun Jerua Desa Montong Beter yang mempunyai areal sawah di wilayah subak Loker II  Desa Rensing Bat ini mengatakan bahwa saat ini para petani dalam situasi galau dan resah bagaimanapun anjuran perusahaan untuk menanam tembakau pada awal bulan Juni sepertinya akan terganggu karena faktor cuaca hujan yang terus menerus turun bahkan setiap hari tak ada henti, drastis petani tak bisa berbuat banyak dengan kondisi sekarang”.jelasnya
Bahkan sebagian besar petani memilih istirahat menggarap sawah mereka lebih banyak keluar masuk sawah hanya mengurus penyemaian bibit tambakau saja agar bisa bertahan ditengah cuaca hujan sehingga mereka tidak membeli bibit nantinya, musim tanam tembakau 2013 ini diperkirakan harga bibit tembakau mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni naik sekitar 60 % dibanding tahun lalu yang hanya Rp 40/perbatang namun sekarang tembus Rp 100/perbatang. Bibit tembakau yang harus dipersiapkan oleh petani berkisar antara 16-20 ribu bibit perhektar. Begitu juga dengan para kuli cangkul dan pemilik tranktor tangan dengan terpaksa mereka harus berhenti bekerja karena tanah sawah yang basah, mereka harus menunggu sampai tanah kering baru pekerjaan kembali dilanjutkan, dengan situasi cuaca hujan seperti ini petani tak bisa berbuat banyak mereka harus bersabar dan menunggu cuaca panas sehingga tanah sawah mereka bisa di garap kembali. (nr-dien)

Friday, 22 February 2013

PEMPROV NTB SIAPKAN SANKSI BAGI PERUSAHAAN TEMBAKAU *

Tembakau Virginia
Mataram, 22/2 (Antara) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan sanksi bagi perusahaan pengelola tembakau virginia yang menjadi mitra petani di Pulau Lombok, yang tidak mematuhi ketentuan yang ditetapkan.
     "Perusahaan mitra petani tembakau virginia yang tidak memenuhi kewajiban akan diberi sanksi, itu yang sedang kami siapkan," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi NTB Hj Hartina, di Mataram, Jumat.
     Ia mengatakan, sanksi tersebut dapat berupa teguran keras atas kelalaian perusahaan, penghentian pelayanan administrasi atau penghentian nota pelayanan pengiriman tembakau keluar daerah, dan sanksi pencabutan izin usaha.
     Awal Januari 2013, Pemerintah Provinsi NTB mencabut izin operasional tiga perusahaan pengelola tembakau virginia di Pulau Lombok, karena tidak mau membeli produk yang dihasilkan petani.
     Tiga perusahaan itu merupakan bagian dari empat perusahaan pengelola tembakau virginia Lombok yang sempat "disemprit" oleh Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, ketika pada musim panen tembakau 2012, enggan membeli produk yang dihasilkan petani.
     Keempat perusahaan tembakau itu yakni PT Gudang Garam, Indonesia Indi Tobaco Citra Niaga, PT Karya Putra Maju, dan PT Seng Sasak. Namun, Gudang Garam masih diberi toleransi karena masih dapat memenuhi kewajibannya.
     Ketiga perusahaan yang dicabut izin usahanya itu, dinilai tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembelian tembakau petani sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2006 tentang Budidaya Tembakau Virginia Lombok, dan aturan pendukungnya yakni Pergub Nomor 2 Tahun 2007.
     "Sanksi-sanksi disiapkan dan dingatkan sejak dini, karena belum semua perusahaan memenuhi kewajiban menyampaikan rencana kerja tahunan, tidak melakukan pembinaan terhadap petani mitra, dan bahkan ada yang belum beraktivitas," ujarnya.
     Karena itu, Pemprov NTB mewajibkan perusahaan mitra petani tembakau membuat laporan tahunan kegiatan pengembangan, wajib menyampaikan rencana kerja tahunan, laporan perkembangan kemajuan dan laporan pembelian dan pengiriman tembakau keluar daerah NTB.
     Sementara pemerintah daerah berkewajiban mengevaluasi agribisnis tembakau virginia melalui pengawasan dan pembinaan di gudang perusahaan, petani binaan, melalui pelaporan, stok opname, dan kegiatan pengawasan lainnya.

Thursday, 10 January 2013

RPP Tembakau Telah Disahkan, Bagaimana Nasib Petani Tembakau Selanjutnya ?


Sempat menjadi hot issue bagi para petani tembakau pro kontra atas usulan Menteri Kesehatan RI yang membuat Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Tembakau dimana para petani tembakau merasa khawatir  jikalau RPP tersebut disahkan bagaimana tidak jutaan petani akan kehilangan pekerjaan bahkan kehilangan sumber penghidupan karena selama ini banyak warga indonesia tidak hanya di pulau Jawa tapi juga di Nusa Tenggara Barat dan daerah lain, Tembakau merupakan tanaman unggulan dan menjadi andalan petani untuk memperbaiki nasib dan menyambung hajat hidup mereka, dengan disahkan RPP Tembakau maka produksi tembakau akan drastis menurun sehingga petani bisa bangkrut. Upaya penolakan pengesahan RPP Tembakau oleh para petani tembakau di Indonesia beberapa waktu lalu tampaknya tak membuahkan hasil,ternyata tanpa banyak publikasi, pemerintah mengesahkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengamanan Produk Tembakau. PP yang selalu ditunggu para pemerhati kesehatan itu diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 24 Desember 2012.
Meski sudah disahkan akhir tahun lalu, PP No 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan baru muncul di situs Sekretariat Negara pada 8 Januari 2013. Wajar bila belum terpublikasikan secara luas.

Kementerian Kesehatan yang sejak lama mengawal proses pembahasannya sejak masih berupa RPP Tembakau juga belum memberikan keterangan resmi tentang hal ini. Saat dimintai tanggapan melalui SMS, Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi hanya memberikan jawaban singkat.

Thursday, 13 December 2012

SOSIALISASI DAN PENYULUHAN PERTANIAN BAGI PETANI DESA


penyuluhan pertanian (13/12/2012)
Berbicara Masyarakat Rensing Bat tentu kita berbica petani, dan mungkin tak akan pernah ada ujungnya, dinamika petani setiap musimnya berbeda-beda misalnya musim kemarau persoalan tembakau adalah menjadi hot issue yang diperbincangkan oleh masyarakat dengan segala kelebihan dan kekurangan yang  terdapat pada tanaman tembakau semuanya itu menjadi bagian yang paling penting bagi masyarakat yang ada di Desa Rensing Bat, ditengah semakin terjepit dan suramnya masa depan petani tembakau di masa yang akan datang namun semangat bertani tak akan pernah surut karena hal itu merupakan sumber pencaharian warga desa.
Begitu juga dengan musim hujan tentu komuditas pertanian yang menjadi tanaman unggulan adalah padi. Kebangkitan petani rensing bat dengan berubahnya pola tanam mulai terjadi sekitar tahun 1990 an , sebelum tahun itu petani masih memakai cara tradisional dalam bercocok tanam  menggunakan pupuk dari kotoran sapi ataupun kerbau  namun sepuluh tahun terahir ini nasib petani padi masuk kategori beruntung karena hasil padi mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bahkan menjadi penyumplai pangan daerah.

Thursday, 6 December 2012

MENGENDALIKAN PENYAKIT PADA TANAMAN PADI


RB, 6/12/2012. Memperhatikan berbagai efek negatif yang terjadi dari penggunaan bahan kimia dalam dunia pertanian, maka mulai diadakan penelitian-penelitian yang mengarah kepada penggunaan jasad hidup untuk penanggulangan kerusakan di dunia pertanian, yang dikenal dengan pengendalian biologi (”Biologic control”). Dalam metode ini dimanfaatkan serangga dan mikro organisme yang bersifat predator, parasitoid, dan peracun. Usaha untuk meningkatkan hasil pertanian terus berlanjut dengan memperhatikan aspek keamanan lingkungan, kesehatan manusia dan ekonomi, maka muncul istilah ”integrated pest control”, integrated pest control dan selanjutnya menjadi integrated pest management (IPM), yang dikenal dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) juga ada istilah Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Sebelum kami menjelaskan cara pengendalian hama tanaman padi secara terpadu maka sebelum membahasnya lebih lanjut kami menyarankan untuk mempelajari " Managemen Pengendalian Hama dan Penyakit Secara Terpadu " 

PENYAKIT TANAMAN PADI
1. Penyakit tungro dan wereng hijau
Serangan penyakit tungro depot meluas dengan cepat terutama bile faktor pendukung seperti tingginya kepadatan populasi serangga penular, tersedianya sumber inokulan, adanya pertanaman varietas peka, pola tanam tidak serempak serta faktor lingkungan yang sesuai. Serangan menyebabkan terjadinya kerusakan tanaman yang tidak bisa sembuh kembali, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas maupun kuantitas produksi.

Monday, 3 December 2012

PETANI DIMINTA WASPADA TERHADAP SERANGAN HAMA PADI



Meski di sebagian wilayah di Lombok Timur masih kering dan belum bisa memulai bercocok tanam, namun berbeda dengan para petani yang ada di Desa Rensing Bat Kec. Sakra Barat hampir 90 persen hamparan sawah sudah ditanami bibit padi. Dalam dua minggu terahir ini para petani disibukkan dengan penggarapan lahan dan penanaman bibit padi. Sektor pertanian merupakan andalan utama masyarakat di Desa Rensing Bat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya, ratusan hektar sawah terbentang  dari timur kebarat hingga perbatasan desa Lekor Kabupaten  Lombok Tengah.
Para petani desa  atau “Pahlawan Pangan” dalam memperjuangkan ketahanan pangan di negeri  ini sangatlah besar terutama petani padi, selalu menghadapi berbagai tantangan baik tantangan dari alam sendiri seperti belum lancarnya irigasi pengairan lahan pertanian, gangguan hama pun menyerang, ditambah dengan harga pupuk melambung, biaya  produksi mahal dan sebagainya. Meskipun demikian banyaknya tantangan namun para pahlawan ini tidak mau putus harap sekali gagal terus dicoba untuk kedua atau ketiga kalinya. Masa tanam tahun 2012 ini tergolong lebih awal mulai menanam padi ini kemudian menyebabkan para petani bisa menanam padi lebih dari satu kali.

Tuesday, 9 October 2012

BP3K Sakra Barat Latih Ketua Kelompok Tani 5 Desa

Kelompok tani sebagai wadah perkumpulan para petani memiliki peran besar dalam rangka mendorong kualitas produksi pertanian dan wadah ini juga berfungsi sebagai sarana komunikasi antar anggota kelompok untuk meningkatkan wawasan bidang pertanian, mengingat begitu kompleknya persoalan yang dihadapi petani akhir-akhir ini.
Maka dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan sembilan ketua  kelompk tani yang ada di Desa Rensing Bat bersama ketua-ketua kelompok tani dari desa Rensing, kelompok tani desa Rensing Raya, kelompok tani desa Pematung, dan kelmpk tani desa Jero Gunung mengikuti Latihan Kunjungan dan Diskusi Bagi Pengurus Kelompok Tani serta Penjelasan Persiapan Penyusunan RDKK Musim Hujan 2012 hari Selasa, 9 Oktober 2012 pukul 8.30 wita bertempat di Kelompok Tani Tampiasih 2 Desa Rensing yang diselenggarakan oleh BP3K Kecamatan Sakra Barat. Hadir dalam kesempatan itu PPL pertanian masing-masing desa dan Pejabat dari Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur serta  Dinas Pertanian Prov. NTB . dalam kesempatan itu pejabat dari dinas pertanian kabupaten maupun provinsi yang hadir menjelaskan banyak hal terkait program dan langkah-langkah strategis untuk penguatan kelompok tani di masing-masing desa, dan tak kalah penting persiapan menghadapi musim tanam 2012 tahun ini yang sebentar lagi tiba. Pada musim tanam 2012 ini para petani dianjurkan menanam padi jenis Infari 13 karena varietas padi ini bisa tahan penyakit, hasilnya banyak dan tentu nasinya lebih enak dibandingkan dengan varietas padi lainnya.
Tidak cuma itu petani juga disarankan mengurangi pemakaian pupuk jenis urea karena kandungan kimianya tinggi dan sebaiknya lebih banyak menggunakan pupuk organik yang bisa meningkatkan hasil produksi, mengurangi penyakit dan mengembalikan kesuburan tanah yang sudah mulai rusak.(nr_dien)