Kebahagian,
penderitaan, ketenangan dan kegelisahan seseorang ditentukan oleh dirinya
sendiri. Dialah yang memberikan warna indah bagi hidupnya. Dialah yang
memberikan warna kelam bagi hidupnya.
Rasulullah SAW pernah
menjenguk seorang badui yang sedang sakit demam. Rasulullah menghiburnya dengan
berkata. “ (sakitmu ini) merupakan penyucian jiwa !” Si badui itu menjawab “Bukan, tapi penyakit
demamku ini sangat gawat dan menyerang orang yang sudah tua sepertiku untuk
mengantarnya ke dalam kubur ?” Mendengar
ucapan itu Rasulullah SAW berkata, “ Jika itu yang kau pikirkan boleh jadi itu
yang terjadi.” (HR Bukhari)
Artinya segala
sesuatu itu terjadi seperti yang dipikirkan oleh orang yang mengalaminya.
Dengan bahasa lain bila engkau mau maka sakitmu bisa menjadi penyucian jiwamu,
yaitu bila engkau rela dan tabah mengalaminya. Tapi bisa juga penyakit itu menjadi penyebab kehancuran
tubuhmu dan kemurkaanmu. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa
Rasulullah SAW bersabda “ Barang siapa rela maka ia akan rela namun barang
siapa ingin murka maka iapun akan murka.” (HR. Tirmidzi)
Sementara itu Dale
Carnegie pernah berkata “ apabila diri kita senantiasa berpikir akan bahagia
maka kita akan menjadi orang yang bahagia, sebaliknya bila kita dibayang
bayangi oleh pikiran akan menderita maka kita akan menderita. Jika kita
dikuasai oleh ketakutan maka kita akan menjadi seoranng pengecut. Jika kita
dikuasai oleh pikiran menderita dan sakit kemungkinann besar kita akan sakit
dan menderita dan seterusnya”
Jadilah orang yang
bahagia mulai dari pikiranmu (positive thinking) sekarang juga. (nr-dienbany)