MARILAH KITA SENANTIASA BERKATA BAIK, BERBUAT YANG BAIK, BEKERJA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH DAN SALING MEMBANTU ANTAR WARGA

Wednesday, 23 January 2013

Kebahagiaan ditentukan oleh Pikiranmu sendiri


Kebahagian, penderitaan, ketenangan dan kegelisahan seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri. Dialah yang memberikan warna indah bagi hidupnya. Dialah yang memberikan warna kelam bagi hidupnya.
Rasulullah SAW pernah menjenguk seorang badui yang sedang sakit demam. Rasulullah menghiburnya dengan berkata. “ (sakitmu ini) merupakan penyucian jiwa !”  Si badui itu menjawab “Bukan, tapi penyakit demamku ini sangat gawat dan menyerang orang yang sudah tua sepertiku untuk mengantarnya ke dalam kubur ?Mendengar ucapan itu Rasulullah SAW berkata, “ Jika itu yang kau pikirkan boleh jadi itu yang terjadi.” (HR Bukhari)
Artinya segala sesuatu itu terjadi seperti yang dipikirkan oleh orang yang mengalaminya. Dengan bahasa lain bila engkau mau maka sakitmu bisa menjadi penyucian jiwamu, yaitu bila engkau rela dan tabah mengalaminya. Tapi bisa juga  penyakit itu menjadi penyebab kehancuran tubuhmu dan kemurkaanmu. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa Rasulullah SAW bersabda “ Barang siapa rela maka ia akan rela namun barang siapa ingin murka maka iapun akan murka.” (HR. Tirmidzi)
Sementara itu Dale Carnegie pernah berkata “ apabila diri kita senantiasa berpikir  akan bahagia  maka kita akan menjadi orang yang bahagia, sebaliknya bila kita dibayang bayangi oleh pikiran akan menderita maka kita akan menderita. Jika kita dikuasai oleh ketakutan maka kita akan menjadi seoranng pengecut. Jika kita dikuasai oleh pikiran menderita dan sakit kemungkinann besar kita akan sakit dan menderita dan seterusnya”
Jadilah orang yang bahagia mulai dari pikiranmu (positive thinking) sekarang juga. (nr-dienbany)