MARILAH KITA SENANTIASA BERKATA BAIK, BERBUAT YANG BAIK, BEKERJA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH DAN SALING MEMBANTU ANTAR WARGA
Showing posts with label Pengetahuan Desa. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan Desa. Show all posts

Thursday, 26 June 2014

Sambutlah Bulan Ramadhan Dengan Enam Hal Ini**



Marhaban Ya Ramadhan
Sebentar  lagi kita akan kedatangan  tamu yang mulia lagi terhormat, bulan Ramadhan yang senantiasa dirindukan kedatangannya dan disayangkan kepergiannya.
Tak lain karena di dalam bulan Ramadhan terkandung kemuliaan dan keistimewaan yang amat besar, yang tak bisa dijumpai pada bulan-bulan lainnya. Nilai ibadah dilipatgandakan, do'a-do'a dikabulkan, dosa diampuni, pintu surga dibuka, sementara pintu neraka ditutup. Ramadhan, tak ubahnya tamu agung yang selalu dinanti-nanti kedatangannya, rugilah orang yang tidak dapat bertemu dengannya, namun akan lebih rugi lagi bagi mereka yang menjumpainya, namun tidak mengambil sesuatu darinya yakni dengan menggunakannya sebagai moment meningkatkan kualitas ibadah dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Oleh karena itu sebagai seorang muslim hendaklah mengetahui hal-hal yang perlu dilakukan di dalam menyambut bulan suci Ramadhan serta amalan-amalan yang disyariatkan oleh Allah  dan Rasul-Nya.

Berikut ini adalah hal-hal yang kita siapkan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan tahun 1435 H/tahun 2014 :
1.   Bergembira Menyambut Datangnya Bulan Ramadhan
Bergembira disini artinya adalah kita bersyukur kepada Allah dapat bertemu lagi dengan Ramadhan, bulan yang penuh rahmat, bulan yang penuh ampunan, bulan yang penuh berkah dan bulan dimana orang yang beribadah sunnat diberi pahala seperti orang yang melakukan ibadah wajib dan orang yang melakukan ibadah wajib pahalanya dilipatgandakan Allah SWT sebanyak 70 kali.
Telah ada contoh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau dahulu memberi berita gembira pada para sahabatnya dengan kedatangan Ramadhan. Beliau bersabda :“Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka….”(HR. Ahmad)
Rasulullah SAW bersabda :"Andaikata umatku tahu tentang sesuatu yang tersembunyi di dalam bulan Ramadhan, pastilah mereka akan mengharap agar seluruh bulan dalam setahun menjadi bulan Romadhon, sebab segala kebaikan berkumpul didalamnya, segala keta'atan diterima oleh Allah, segala do'a dikabulkan, segala dosa diampuni dan surga rindu kepada mereka".
Oleh karena itu marilah kita bersenang dan bergembira dengan penuh iman menjelang datangnya bulan Ramadhan sebagimana dalam hadits Rasulullah SAW yang menjamin orang akan diharamkan dari api neraka, apabila dia bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan yang artinya : “Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”(alhadits)

Thursday, 6 June 2013

RELEVANSI PERISTIWA ISRA' MI’RAJ DENGAN PERINTAH MENDIRIKAN SHALAT


Kamis,27 Rajab 1434 H/6 Juni 2013
Alhamdulillah, mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Kemudian shalawat dan salam semoga tercurah keharibaan junjungan Nabi Besar kita Muhammad SAW. Pada bulan Rajab Beliau di Israk dan Mi’rajkan Allah SWT beberapa abad yang lalu.
Pada hari kamis tanggal 6 Juni 2013 bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1434 H, kita mengenang kembali peristiwa Israk Mi’raj yang bersejarah. Peristiwa tersebut bukan hanya menunjukkan kekuasaan Allah SWT di atas semua makhluq-Nya akan kebenaran kenabian Muhammad Saw, bahkan peristiwa tersebut juga membuka ufuk pemikiran dan cita-cita manusia sejagat dari hanya sekedar terpaku kepada muka bumi ini semata-mata melainkan kepada cakrawala ciptaan Allah SWT yang amat luas dan jauh, siap untuk diamati untuk lebih kita mengenali Allah SWT Pencipta yang Agung, siap untuk dipelajari agar manusia meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan .

Kaum muslimin yang berbahagia !
Israk berarti perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al-Haram di Mekah ke Masjid Al-Aqsa di Baitul Maqdis Palestina. Peristiwa ini terekam di dalam Al-Quran.
Allah SWT berfirman yang artinya :
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada suatu malam dari Masjidil-Haram (di Mekah) ke Masjidil -Aqsa (di Palestina) yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan dan kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Meliha”t . (Surah Al-Isra: ayat 1)
Sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil-Aqsa ke Sidratil Muntaha di langit ketujuh dekat singgasana Allah SWT sebagaimana yang digambarkan oleh Al-Qur’an. Allah SWT berfirman :
Artinya : Dan sesungguhnya (Muhammad) telah melihat (Jibril dalam bentuk rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) Sidratil Muntaha. Di dekatnya terletak syurga tempat tinggal (Jannatul Makwa).(Muhammad melihat Jibril dalam bentuk rupanya yang asli) ketika Sidratil-Muntaha itu diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dariapa yang disaksikannya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhan-Nya yang paling besar. (Surah an-Najm: ayat 13-18).

Saturday, 11 May 2013

Delapan Alasan Kenapa Anda Memilih

Oleh : Nuruddin
Indonesia sebagai negara demokrasi, masyarakat diberikan hak untuk memilih sendiri pemimpinnya dan sebagai warga negara yang baik tentu dalam setiap ajang lima tahunan baik itu pilpres, pilkada, pilwali, pilkades, pilkadus kecuali PilKaBe, tentu memiliki hak untuk memilih salah satu yang terbaik dari pilihan-pilihan yang ada. Memilih salah satu diantara kontestan PIL-PIL tadi akan menjadi penentu dalam masa depan pembangunan di tempat/level yang dipilih tersebut.
Peristiwa memilih itu hanya terjadi satu kali (jarang terjadi dua kali) dalam setiap pemilihan, dalam menentukan pilihan terbaik tentu harus sesuai dengan nurani sendiri bukan karena yang lain.
Ada delapan alasan kenapa kita memberikan pilihan kepada orang yang kita pilih diantaranya :

1. Alasan Kemampuan Mempimpin
Setiap orang yang menjadi kontestan (peserta dalam pemilihan) maka tentu memiliki rekam jejak (track record) yang baik dalam memimpin sebuah lembaga/institusi baik swasta maupun pemerintahan. Dikala ia menjadi pemimpin kita bisa lihat apa prestasi yang sudah diraih dalam memajukan atau membangun lembaga atau institusi yang dipimpinnya disamping itu pula ia (pemimpin tersebut) juga harus memiliki ilmu dan keterampilan dalam memimpin.

2. Alasan Uang
Sejak pemilihan kepala negara/daerah atau wilayah dilakukan secara langsung oleh rakyat terjadi pergeseran nilai dan makna pilkada, dari hanya sekedar memilih pemimpin terbaik kemudian berubah menjadi ajang jual beli suara (money politic). Tak sedikit pemilih ahir-ahir ini menjual suaranya dengan sejumlah uang. Kalau dikasi uang baru dipilih kalau tidak maka jangan harap dipilih. Paradigma berfikir pemilih sudah mulai terkontaminasi oleh calon yang dipilih menawaarkan sejumlah nominal untuk menarik simpati pemilihnya. Inilah yang kemudian disebut menjadi salah satu indikasi dilakukan penyimpangan apabila yang memberi uang tersebut nanti terpilih untuk memimpin.
Pada hakekatnya apabila pemilih menghargakan dirinya dengan sejumlah uang misalnya dikasi uang 50 ribu lalu dengan uang itu ia memilih orang tersebut itu berarti bahwa harga dari orang itu tak ubahnya sama dengan jumlah uang yang diterima. Kemana harga dirimu kalau dengan dikasi uang segitu lalu memilih pemimpin sebuah negara/daerah/wilayah.

3. Alasan Berhasil Membangun
Ini bagi calon pemimpin yang sudah atau sedang menjabat (incumbent) kemudian maju lagi dalam pemilihan. Alasan ini dikalangan orang berfikir rasional menjadi dasar untuk menentukan pilihan. Setelah mengamati, melihat, mengkaji bahwa capaian keberhasilan atau fakta yang sudah dilakukan oleh orang tersebut selama memimpin terdapat banyak kemajuan dan keberhasilan secara menyeluruh dalam membangun negara/daerah/wilayah yang dipimpinnya maka alasan ini sangat tepat untuk memilihnya kembali sebagai pemimpin untuk periode berikutnya.

Tuesday, 16 April 2013

Sisa Lain Dari Pemilihan Langsung


oleh Nuruddin 
Pemilihan kepala daerah sebetulnya menjadi sarana atau gawe rakyat dalam menentukan pemimpinnya secara demoktaris, pilkada lahir setelah masa reformasi dan diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang murni pilhan rakyat, namun dinamika setiap pilkada ditanah air kian hari kian memprihatinkan seakan pesta demokrasi berubah 180 derajat dibeberapa daerah rawan konflik misalnya terjadi pembakaran gedung-gedung publik yang nota bene untuk pelayanan rakyat oleh pendukung kontestan pilkada yang kalah atau kecewa, disamping itu juga terjadi badai fitnah, saling adu domba (politik belah bambu dan dagang sapi) sudah diluar batas norma agama, terputusnya hubungan silaturrahmi ditengah masyarakat hanya gara-gara beda pilihan,jual beli suara  dan lain sebagainya.

Berubahnya makna pilkada mencari pemimpin bersih dan murni pilhan rakyat sudah mulai bergeser, masyarakat cendrung pragmatis dan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang kebenarnnya belum bisa dipertanggung jawabkan. dan yang paling terasa dampaknya ditataran masyarakat bawah (grass root) adalah tercabik-cabiknya persatuan dan kesatuan, tidak hanya pengaruh ajang pesta lima tahunan pilkada (pilgub/pilbup/pilwali) atau pilpres bahkan pilkades dan pilkadus yang terjadi sepanjang tahun makin menghawatirkan kekuatan persatuan dan kesatuan sebuah masyarakat dan akankah hal semacam ini akan selalu menjadi sisa negatif dari buah pemilihan langsung ? tentu sebagai masyarakat yang mengidam-idamkan hasil pemilihan melahirkan pemimpin berkualitas dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya tidak menginginkan paska pemilihan masyarakat menjadi bercerai berai dan terlalu lama direndung perpecahan. 

Kini kita sebagai masyarakat harus mulai cerdas, makin dewasa belajar dari pengalaman dengan menjunjung tinggi perbedaan. Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari. Setiap orang lahir dengan perbedaan dan keunikannya masing-masing mulai dari perbedaan pilihan, pandangan,fisik, pola pikir, kesenangan, dan lain-lain. Beda pilihan bukan berarti kita harus kelahi, bukan berarti kita harus saling caci maki atau bahkan tidak saling sapa. Setiap orang memilih tentu punya alasan sendiri dan itu harus di hargai. Jagalah ukhuwah wathaniyah (kebangsaan), ukhuwah islamiyah (keislaman) dan ukhuwah insaniyah (kemanusiaan) agara tercipta masyarakat yang damai, akur dan madani seprti yang didambakan setiap orang Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan. Banyak hal positif yang bisa kita peroleh dengan perbedaan.

Saturday, 16 March 2013

Catatan Kritis PP Tembakau

Catatan Kritis PP Tembakau
Muhammad Zainul Majdi ;  Gubernur NTB, Bukan Perokok
MEDIA INDONESIA, 14 Maret 2013
TIDAK ada komoditas pertanian yang memicu banyak perdebatan dan kontroversi selain komoditas tembakau. Di satu sisi, komoditas itu diakui pemerintah sebagai komoditas strategis dan berperan besar bagi penerimaan devisa negara. Di sisi lain, muncul beragam aturan yang terkesan ingin membatasi produksi tembakau dalam negeri.
Secara on farm dan off farm, penyerapan tenaga kerja di sektor ini tergolong padat karya. Tembakau dirasakan memiliki multiplier effect ekonomi dari hulu hingga hilir. Namun, sampai saat ini, para pelaku ekonomi di sektor tembakau dinilai sebagai pelaku usaha yang tidak diharapkan karena menyebar zat adiktif `haram'.
Karena itu, arah kebijakan pertembakauan di Indonesia selalu serbaabu-abu dan menjadi pertarungan skala prioritas antara penerimaan negara, tenaga kerja, dan juga kesehatan. Belum pernah ada satu kebijakan tembakau yang mampu memadukan ketiga prioritas itu, apalagi setiap sektor terkesan berjalan berdasarkan logikanya sendiri.

Kurang Integratif
Contoh kebijakan semacam itu ialah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan yang terbit pada 24 Desember 2012. Kebijakan itu jelas menonjolkan aspek kesehatan dalam produk tembakau dan kurang memikirkan dua aspek lainnya.
Dalam paparan yang disampaikan pada pertemuan Koordinasi Program Intensifikasi Tembakau Virginia Lombok di Mataram, 21 Februari lalu, Direktur Tanaman Semusim Kementerian Pertanian (Kementan) Nurnowo Paridjo menegaskan, PP ini tidak melarang penanaman tembakau, produksi rokok, penjualan rokok, ataupun tindakan merokok itu sendiri.
Akan tetapi, dalam bagian penjelasan PP jelas disebutkan, dasar pembuatan PP itu merupakan pandangan bahwa produk tembakau berbentuk rokok menjadi masalah karena r berdampak negatif bagi keseb hatan. Bukan cuma perokok aktif, melainkan juga berbahaya bagi perokok pasif.
Dengan penjelasan itu, sulit bagi Kementan untuk meyakinkan kalangan petani tembakau agar merasa aman dari dampak pemberlakuan PP Tembakau. Kesan kebijakan dalam PP itu kurang integratif menampung aspirasi di internal kabinet yang makin mengemuka karena Kementan mengakui peran strategis komoditas tembakau dan rokok.

Monday, 25 February 2013

Bencana Itu Juga Bernama Korupsi


Oleh : Nuruddin

Allah Swt berfirman : “ Telah Nampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan oleh ulah perbuatan tangan manusia, supaya Kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari akibat perbuatannya agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (Al qur’an Surat Ar-Ruum ayat 41)
Bencana datang silih berganti ia datang tak dijemput dan pulang tak diantar, tiba-tiba hadir tiba-tiba pergi begitu saja, berbagai fenomena alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, kekeringan, longsor, banjir, pembunuhan,pemerkosaan, korupsi, iklim dan cuaca tidak begitu bersahabat, terasa begitu mudah dijumpai setiap saat di atas dunia ini. Kejadian-kejadian alam tersebut tidak mengenal daerah, negeri ataupun penduduk semuanya terjadi.
Sejak manusia diberi tempat tinggal oleh Allah di muka bumi ini, manusia ditugaskan untuk mengelola bumi ini dengan baik telah melakukan berbagai macam kerusakan-kerusakan, exploitasi untuk kepentingan pribadi dan melampaui batas. Mereka melakukan berbagai macam kejahatan baik kepada sang khalik (pencipta), kepada alam semesta maupun kepada manusia. Kesadaran manusia akan kejahatannya datang ketika mereka diberikan peringatan melalui musibah atau bencana. Allah memberikan teguran kepada manusia melalui bencana dimaksudkan agar mereka sadar dan memperbaiki diri, namun ketika bencana itu tidak ada maka kejahatan itupun terus dilakoninya.
Allah swt berfirman yang artinya : “ dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka  sebagai azab yang dekat (didunia) sebelum azab yang lebih besar (di akherat)  mudah-mudahan mereka kembali (kejalan lurus).” (QS. As-sajadah 21)
Berbagai macam bencana yang terjadi ini tidaklah datang saat ini saja namun Allah telah mengirim berbagai macam bencana kepada kaum-kaum Nabi terdahulu sebagai bentuk peringatan maupun azab atau siksa seperti yang tercantum dalam kitab suci agama Islam yaitu al Qur’an diantaranya :
  1. BENCANA ALAM
Banjir besar yang melanda seluruh daratan-daratan yang didiami manusia. Banjir besar yang bukan tingginya satu atau dua meter tetapi puluhan, ratusan bahkan ribuan meter tingginya yang membenamkan setiap rumah, gedung, bahkan melampaui puncak gunung, sehingga tak seorangpun yang dapat menyelamatkan diri dari bencana dahsat itu kecuali 80 orang manusia pengikut Nabi Nuh, as. Karena sudah tersedia sebuah perahu besar yang dibikin atas petunjuk Allah (QS.Nuh 1-28, Al Mu’minun 23-30)
Angin topan yang meniup dan menerbangkan semua yang terdapat di atas bumi, tidak saja manusia, binatang ternak bahkan kayu-kayu berterbangan dan semuanya menjadi sampah yang berserakan tiada guna. Bencana ini diturunkan Allah atas bangsa Aad di zaman Nabi Huud a.s. (Al-A’raf 65-72, Huud 50-60 dan As-Syua’ara 123-140)

Tuesday, 19 February 2013

JANGAN BIARKAN ANAK JADI PEMALU


Oleh Nuruddin,S.Pd
 
Masalah dan solusi
Rasa malu merupakan gejala psikologis yang sering muncul dalam diri individu bersifat naluriah dan alamiah artinya sudah merupakan aspek perilaku manusia yang bersifat bawaan dan senantiasa melekat dengan perikehidupan manusia. Dengan rasa malu manusia dapat mencapai tujuannya, tetapi dengan rasa malu juga menjadi hambatan dan masalah dalam prilakunya. Pada hakekatnya malu merupakan reaksi emosional manusia apabila ia merasa kekurangan atau ketidaksesuaian keadaan diri dan prilaku dengan lingkungannya.
Pada saat orang malu akan timbul berbagai reaksi baik yang bersifat positif maupun reaksi jelek atau negative. Reaksi positif orang malu akan berusaha mengatasinya dengan cara-cara yang benar dan memberikan kepuasan tapi kalau reaksi negative orang malu akan mengisolasi diri, selalu menyalahkan diri dan orang lain, bersikap serba salah bahkan bersikap diluar batas kewajaran.
Ada beberapa paktor yang menyebabkan anak menjadi pemalu :
1.   Kekeliruan persepsi baik terhadap diri dan lingkungan, misalnya dia menganggap dirinya sial sementara orang lain telah sukses.
2.   Perkembangan yang kurang matang, penampilannya tidak sesuai dengan tahapan perkembangannya misal si anak sudah dewasa namun masih bersikap seperti anak kecil
3.   Penilaian parsial, menilai diri sendiri dari satu aspek saja. Tidak pernah menilai kemapuan diri secara utuh.
4.   Keterbatasan kompetensi sosial, keterbatasan dalam melakukan sosialisasi maupun interaksi dengan orang lain misalnya kurang mampu bergaul dan berkomunikasi dengan orang lain.
5.   Pendidikan keluarga yang kurang menunjang, Orang tua jarang melakukan komunikasi, tidak pernah memberikan kasih sayang pada anaknya sehingga anak merasa sendiri dan ditinggal keluarga,perlakuan yang kurang baik serta tidak adanya keteladan dari orang tua.
6.   Lingkungan yang kurang kondusif, terjadi persaingan dan kesenjangan social yang tinggi, serta pergeseran nilai dan norma menyebabkan anak kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar akibatnya anak lebih banyak mengurung diri.
Sebagai orang tua melihat anak tumbuh dengan rasa malu dan menjadi pemalu dalam keluarga, sekolah maupun lingkungan akan menjadi beban tersendiri, dan tidak sedikit orang tua merasa kebingungan menghadapi sang buah hati yang sangan pemalu dalam berinteraksi dengan orang lain.
Jangankan menghadapi orang asing, untuk bermain dengan teman-teman sebaya saja dia bisa saja merasa enggan.
Menghadapi kenyataan tersebut sebagai orang tua jangan pernah beranggapan malu sebagai masalah penghambat perkembangan anak, karena sebagian besar anak  pemalu pada akhirnya dapat terbiasa dengan lingkungannya. Tetapi yang terpenting adalah, bagaimana orang tua memberikan cukup stimulasi demi menumbuhkan kepercayaan diri pada anak pemalu tersebut.

Friday, 15 February 2013

ANAK ADALAH INVESTASI MASA DEPAN


Oleh : Nuruddin,S.Pd
Anak adalah investasi masa depan yang setiap orang normal tentu ingin memiliki anak sebagai penerus cita-cita orang tua disamping itu pula anak sebagai bumbu kebahagiaan dalam rumah tangga pasangan suami istri (pasutri) yang telah menikah. Kehadiran seorang anak mendatangkan kebahagiaan sendiri dalam keluarga semakin banyak anak semakin ramai dan hidup dalam keluarga tersebut.  Kehadiran anak tekadang bisa menyenangkan terkadang pula ada yang menjengkelkan karena perilaku mereka. Kalau kita mendengar cerita-cerita orang tua kita dulu, sebagian besar mempunyai anggota keluarga yang besar dan perilaku anak-anakmereka patuh, tunduk dan hormat kepada orang tua. Namun di zaman yang serba modern ini drastis mengalami banyak perubahan perilaku anak-anak kita, kurang hormat terhadap orang tua, tidak mengindahkan panggilan atau apa yang diperintahkan orang tua merupakan sebagian kecil prilaku anak pada zaman ini meski ada juga yang sangat respect terhadap orang tuanya.
Perilaku anak yang kerap membuat oraang tua jengkel menyebabkan oraang tua harus marah-marah, memukul, serta mengeluarkan kata-kata yang kotor hanya untuk membuat anaknya jadi baik dan penurut, namun malah sebaliknya anak-anak zaman sekarang melihat sikap orang tuanya yang bersikap demikian, anak malah melawan dan bertingkah diluar batas kewajaran.
Para orang tua tidak sedikit yang mengeluhkan perilaku anaknya dirumah yang selalu membuat perasaan oran tua kecewa. Dalam kehidupan bertetangga saya kerap kali mendengar omelan-omelan atapun kata-kata kotor yang keluar dari mulut orang tua, contoh saja si anak gak mau mandi pagi sebelum berangkat kesekolah disini orang tua harus ngomel-ngomel dulu dan mengeluarkan kata-kata kotor untuk meminta anaknya mandi, anak menangis sepulang main-main bersama temennya lagi-lagi orang tua harus mengomeli anaknya dengan cacian yang tidak sepantasnya didengar sama anak. Atau anak tidak mendengar perintah orang tua misalnya anak diminta untuk mengambil atau membeli sesuatu lagi-lagi orang tua harus ribut didengar tetangga mengomeli anaknya, kata-kata kotor terlontar bahkan pukulan pun terpaksa harus bertindak hanya untuk mengajar anak agar tidak seperti itu lagi. Kata-kata “ kamu anak memang anak pemalas”, “ kamu memang kurang ajar”, “dasar ! kamu ini anak nakal gak mau nurut apa kata ibu”  itulah contoh kata-kata orang tua melihat perilaku anaknya yang kurang baik.
Perilaku orang tua untuk mendidik anaknya memang sering berupa kekerasan atau mengeluarkan kata-kata kotor. Orang tua tidak pernah menyadari kata-kata yang ia keluarkan menjadi bomerang bagi anaknya, bukannya mau berubah malah sebaliknya.  Kata kotor yang diucapkan orang tua bagian dari sebuah doa bahwa anaknya memang kotor seperti kata-kata yang dikeluarkan oleh orang tua tersebut. Kata –kata yang kotor yang dikeluarkan oleh ayah atau ibu secara tidak langsung telah membentuk karakter dan berpikir anak secara negative, karena orang tualah sebagai peletak batu pertama karakter dan pikiran anak, mereka berperan penting dalam menanamkan nilai dasar yang berhubungan dengan diri sendiri dan dunia luar. Ratu Elizabith II telah berkata :” kita belajar seperti kera yang menyaksikan kebiasaan ibu bapaknya secara total”. Kita belajar dari orang tua tentang kalimat dan artinya, ekpresi wajah, gerakan tubuh, memahami perasan,, perbuatan prinsip, etika, agama dan keteladanan. Semua itu diguru dan ditiru oleh anak karena orang tua adalah pendidik pertama di dunia ini.
Pada hakekatnya anak terlahir dalam keadaan kosong dan fitrah, dia tidak mengerti apapun kecuali orang tuanya lah yang telah mengisi otak dan pikirannya. Kalau orang tua mengajak, membimbing anak-anaknya dengan sikap dan bahasa yang bagus maka anak ini pasti akan tumbuh menjadi anak yang penuh percaya diri dan santun budi bahasanya, namun kalau orang tua membimbing dengan menunjukkan sikap dan bahasa yang kurang baik tentu akan berdampak pada perilaku anak tersebut. Maka tak heran jika anak akan bersikap dan berkata kotor pula.
Orang tua  harus merepormulasi cara pandang (persepsi) dan cara pikirnya terhadap anak-anaknya karena anggapan orang tua inilah yang berbias pada prilaku anak.
Penelitian Jack Confield dan Mark Victor seperti yang dikutif oleh Ibrahim Al Faqi dalam bukunya Terapi Positip Thinking mengatakan bahwa dalam sehari rata-rata orang berfikir sebanyak 60.000 kali. Jumlah sebanyak itu pula setipa hari menjadi orientasi seseorang, bila seseorang berorientasi pada hal negative maupun berpikir positif maka saat itu pula dibutuhkan file dan pemikiran yng tersimpan di otaknya sebagai bagian dari berpikir 60.000 ribu kali itu.
Ibrahim al Faqi menjelaskan bahwa lebih dari 80 % pemikiran sesorang bersifat negative dan 20 % pemikiran seseorang bersifat positif itu artinya dalam sehari seseorang berpikir negative sebanyak 48.000 kali dan sisanya 12.000 kali orang berpikir positif dalam sehari. 
Jadi pikiran atau persepsi orang tua terhadap anaknya akan bisa menjadi kenyataan jika baik maka baiklah mereka, tapi jika buruk maka buruklah prilaku mereka, maka sebagai orang tua agar senantiasa berkata yang baik (kalimatun toyyibah) dan berpikiran yang positif terhadap anak-anak dan doakan mereka setiap saat agar menjadi anak yang berbakti, jangan sampai sudah nakal baru didoakan untuk jadi anak baik,doakanlah ia sejak masih masih dalam kandungan karena sesungguhnya anak-anak sekarang akan hidup pada zaman yang edan di masa yang akan datang.

Wednesday, 23 January 2013

Kebahagiaan ditentukan oleh Pikiranmu sendiri


Kebahagian, penderitaan, ketenangan dan kegelisahan seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri. Dialah yang memberikan warna indah bagi hidupnya. Dialah yang memberikan warna kelam bagi hidupnya.
Rasulullah SAW pernah menjenguk seorang badui yang sedang sakit demam. Rasulullah menghiburnya dengan berkata. “ (sakitmu ini) merupakan penyucian jiwa !”  Si badui itu menjawab “Bukan, tapi penyakit demamku ini sangat gawat dan menyerang orang yang sudah tua sepertiku untuk mengantarnya ke dalam kubur ?” Mendengar ucapan itu Rasulullah SAW berkata, “ Jika itu yang kau pikirkan boleh jadi itu yang terjadi.” (HR Bukhari)
Artinya segala sesuatu itu terjadi seperti yang dipikirkan oleh orang yang mengalaminya. Dengan bahasa lain bila engkau mau maka sakitmu bisa menjadi penyucian jiwamu, yaitu bila engkau rela dan tabah mengalaminya. Tapi bisa juga  penyakit itu menjadi penyebab kehancuran tubuhmu dan kemurkaanmu. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa Rasulullah SAW bersabda “ Barang siapa rela maka ia akan rela namun barang siapa ingin murka maka iapun akan murka.” (HR. Tirmidzi)
Sementara itu Dale Carnegie pernah berkata “ apabila diri kita senantiasa berpikir  akan bahagia  maka kita akan menjadi orang yang bahagia, sebaliknya bila kita dibayang bayangi oleh pikiran akan menderita maka kita akan menderita. Jika kita dikuasai oleh ketakutan maka kita akan menjadi seoranng pengecut. Jika kita dikuasai oleh pikiran menderita dan sakit kemungkinann besar kita akan sakit dan menderita dan seterusnya”
Jadilah orang yang bahagia mulai dari pikiranmu (positive thinking) sekarang juga. (nr-dienbany)